This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, June 17, 2012

Gubrrakksss... Jika Idola Jadi Berhala

Pernah nggak ngebayangin, apa yang bakal terjadi saat kamu melihat seorang selebritis yang biasa wara-wiri di tivi, eh tiba-tiba hadir di depan kamu?.

Seperti yang udah-udah, biasanya banyak orang bakalan jadi kamseupay dadakan, atau paling minim teriak-teriak histeris minimalis dan minta foto bareng. Nggak jarang juga, yang awalnya pada diem jadi ikut-ikutan heboh sendiri dan minta tanda tangan.

Kita juga sudah nggak heran dengan pemandangan seorang anak muda yang kamarnya dipenuhi dengan berbagai gambar idola mereka. Nggak berhenti sampai disana, gaya hidup, cara bertingkah laku, sampai kejadian kecil sang idola juga nggak habis-habisnya ditiru oleh mereka.

Memang ada ada saja yang dilakukan oleh para remaja yang mengaku fans dari para selebriti itu. Sampai-sampai yang mereka lakukan kadang sampai nggak masuk di akal sehat.

Nggak percaya? Lihat saja ulah Sadis yang dilakukan seorang gadis 20 tahun bernama Angelina Barnes. Dia tega membunuh kucing peliharaannya sendiri dengan sadis, cuma biar bisa merias wajahnya dengan darah kucingnya agar mirip dengan Lady Gaga yang dipujanya.

Menurut Kfor-TV, sang fans berat lady gaga ini menenggelamkan kucing peliharaannya ke bak mandi, memutilasi dan menggunakan darah kucing itu untuk melumuri wajah dan tangannya sebagai riasan. Hal itu dilakukannya tepat sebelum dia melihat konser sang idola.

Hati si kucing malang yang dibunuhnya itu ditemukan dalam ini dalam tas rias sang gadis. Dan akhirnya atas perbuatannya itu, Barnes yang berasal dari Oklahoma City bakal dijerat dengan tuduhan kekejaman terhadap hewan dengan membunuh secara sadis.

Contoh lain juga yang nggak kalah parah, yaitu yang menimpa 12 Fans Super Junior (SuJu) yang biasa di sebut ELF di Twin Plaza Hotel, Jakarta Barat. Mereka pada pingsan saat antre tiket konser boyband asal Korea Selatan tersebut.

Mereka rela sampai pingsan seperti itu karena pingsan karena kepanasan dan belum makan. Padahal harga tiket yang ditawarkan nggak murah juga loh, dari mulai "Junior Sky Seat (free seating) seharga Rp500 ribu", sampai "Super Box and Super Fest (free standing) seharga Rp 1,7 juta"

Apa yang dilakukan seorang fans Arsenal, Suleyman Alphonso Omondi, juga nggak kalah "aneh". Pria asal Kenya itu sampai gantung diri di balkon rumahnya dengan memakai kaos tim Arsenal, gara-gara tim Arsenal dikalahkan Manchester United dan tersingkir dari Liga Champions.

Menurut cerita temannya, mereka menonton pertandingan Arsenal VS MU di pub. Ketika Arsenal kalah, Suleyman pulang dengan menggerutu dan menangis. Setelah itu dia ditemukan sudah tergantung di balkon rumahnya. Astagfirullah, miris banget kan?

Kemunculan fenomena idola saat ini memang sudah kelewat batas. Dan jangan salah Pren, hal ini jelas bukannya tanpa tujuan. Pastilah di balik sebuah rencana yang besar tersimpan tujuan yang besar pula. Lalu apa sih tujuannya, kok kamu-kamu di suguhi tontonan idola yang nggak ada habisnnya setiap hari ini?.

Yang pasti dan satu-satunya adalah menjauh mengalihkan perhatian kamu semua sebagai tunas Islam, dari perjuangan mempertahankan dan menegakkan nilai-nilai Islam. Dan kenapa kudu kamu yang remaja? karena pada dasarnya seorang remaja membutuhkan seorang figur yang ingin di contoh.

Yups, dengan adanya idola ala mereka, kamu akan meniru semua gaya dan apapun tentang mereka. Dan nggak jarang mereka menggunakan sang idola yang juga beragama Islam, tapi gaya hidupnya liberal, dan serba materialistis.

Sadarkah kamu Pren, Idola yang di sodorkan ke kamu sekarang, kebanyakan cuman khayalan dan penipuan. Padahal islam sudah jelas-jelas punya tokoh teladan yang nyata dan prestasi serta karya mereka nggak main-main loh.

Salah satunya adalah Imam Syafi’i. Beliau yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i ini, saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah.

Di usia 15 tahun, beliau telah duduk di kursi mufti kota Mekkah. Contoh yang lain adalah Zaid bin tsabit yang di usia 11 tahun dalam waktu sangat singkat dia dapat menuliskan dan menghafal 17 surat Al-Qur'an.

Disamping itu, Beliau juga dipercaya sebagai sekretaris untuk menuliskan dan menghafal wahyu yang baru diterima Rasulullah, Zaid pun mendapat tugas dari Rasulullah untuk mempelajari bahasa Ibrani dan Suryani, dua bahasa yang sering dipergunakan musuh Islam pada waktu itu.

Kedua bahasa ini dikuasai oleh Zaid dalam waktu sangat singkat, 32 hari!.Luar Biasa kan?

Tengok juga Ibnu Sina yang berhasil menghafal Alquran pada usia7 tahun dan memahami metafisika pada usia 8 tahun. Dan Ketika menginjak 18 tahun, Ibnu Sina telah berhasil menguasai semua bidang ilmu diantaranya ilmu hikmah, kedokteran, matematika dengan berbagai cabangnya.

Beliaulah juga yang menemukan peredaran darah manusia dan anatominya, 600 tahun sebelum Wiliam harvey, dan penemu pengobatan lintah yang justru populer di Eropa pada abad 18.Dan masterpiece beliau dalam bidang kedokteran adalah terciptanya Kitab Al-Qanun adalah salah satu karya beliau yang melegenda.

Kitab ini berisi kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Saking pentingnya, kitab tersebut sampai kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Inggris, Prancis dan Jerman. Dan hebatnya lagi, kitab Al-Qanun bahkan pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Dan satu-satunya panutan sejati, satu-satunya, dialah Muhammad sang Rasul. Manusia mulia yang setiap namanya disebut, malaikat, langit dan bumi, bersolawat untuknya.

Friend, sekaranglah saatnya generasi Islam membebaskan diri dari pesona idola-idola palsu. Para selebritis itu nggak membangkitkan hidup kamu. Mereka nggak akan membawa kamu semua pada kebaikan di dunia dan akhirat.

Sudah saatnya kamu kembali mencontoh teladan sejati, ilmuwan-ilmuwan dan para kesatria Islam, dan Panglima kita, Rasulullah Muhammad SAW, solawat dan salam atasnya.

Mumpung masa muda kamu belum terlewatkan, InsyaAllah masih ada kesempatan buat kamu untuk berbenah diri. Saatnya menjadi Remaja Islam Sejati! Oceyy...

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=172785339518461&set=a.124345431029119.22323.100003609889811&type=1

Friday, June 1, 2012

Prophet Yacob A.S


The Quran does not give details of Isaac's life (pbuh), but reliable Quranic commentators mentioned that when Abraham felt that his life was drawing to a close, he wished to see Isaac married. He did not want Isaac to marry one of the Canaanites, who were pagans, so he sent a trustworthy servant to Haran in Iraq to choose a bride for Isaac. The servant's choice fell upon Rebekah Bint Bethuel, Ibn Nahor, who was a brother of Abraham. Isaac married her and she gave birth to a set of twins, Esau (Al Eis) and Jacob (Yaqub).

Ill feelings developed between the two brothers when they grew into manhood. Esau disliked the fact that Jacob was favored by his father and by Allah with prophet-hood. This ill feeling became so serious that Esau threatened to kill his brother. Fearing for his life, Jacob fled the country. 

The People of the Book said that when Isaac was forty years old, he married Rebekah, Bint Bethuel, during his father's life. They said she was sterile, so Isaac prayed to Allah and then she became pregnant. She gave birth to twin boys. The first one was called Esau whom the Arabs called Al-Eis. He became the father of Rum. The second one was called Jacob, which means Isreal, (belonging to the people of Israel).

The People of the Book claimed that when Isaac (pbuh) grew old and his eye sight had weakened, he had a desire for food, so he asked his son Esau to go hunting and bring him some cooked game. Esau asked him to bless the food and pray for him. Esau, a hunter, went out to get his father the meat. Rebekah, overhearing this, ordered her son Jacob to slaughter two goats of his best flock and cook them as his father liked and bring it to him before his brother returned. She dressed Jacob in his brother's clothes and put goat skin on his arms and neck, for Esau was hairy while Jacob was not. When he approached his father with the food, his father asked: 'Who are you?' Jacob answered: 'I am your son.' When his father finished eating, he prayed for his son to be the more blessed brother and to prevail over them and all people, and for Allah to sustain him and his children. 

When he left his father, his brother Esau, who had carried out his father's command, entered. Isaac asked him: "What is this my son?" He answered: "This is the food you like." Isaac asked: "Did you brin it an hour ago and ask me to pray for you?" Esau said: "No, I swear I did not," and he knew his brother had preceded him in this matter and he was sick at heart.

The People of the Book said Esau threatened to kill his brother when their father was dead. They also said that he asked his father to pray for him that Allah make the earth good for his offsprin and multiply his sustenance and fruits. 

When their mother knew that Esau threatened his brother Jacob, she commanded her son Jacob to go to her brother Laban in the land of Haran and abide with him for a time until his brother's anger had abated, and to marry one of the Laban's daughters. she told her husband Isaac to command him with that advice and pray for him, and he did. 

Jacob (pbuh) left his family, when night came he found a place to rest. He took a stone and put it under his head and slept. He dreamed of a ladder from heaven to earth. Angels were ascending and descending and the Lord addressed him and said to him; "I will bless you and your offspring and make this land for you and for those who come after you." 

WHen he awoke he felt joyful from what he had seen in his dream and vowed, for Allah's sake that if he returned to his family safely, he would build here a temple for Allah the Almighty. He also vowed to give one tenth of his property for the sake of Allah. He poured oil on the stone so as to recognize it and called the place "Ayle's House" (Bethel), which means "House of Allah". It was to be the location of Jerusalem later. 

The People of the Book also said that when Jacob came to his maternal uncle in the land of Haran, his uncle had two daughters. The elder one was called Leah (Lia) and the younger one was Rachel (Rahil). The latter was the better and lovelier of the two. His uncle agreed to marry his daughter to him on the condition that Jacob pasture his sheep for seven years. 

After a period of time, his uncle prepared a feast and gathered people for the wedding. He married Leah, his elder daughter, to him at night. She was weak-sighted and ugly. When morning came, Jacob discovered she was Leah and he complained to his uncle. "You deceived me; I was engaged to Rachel and you married me to Leah." His uncle said: "It is not our tradition to marry the younger daughter before the elder daughter. However, if you love her sister, work another seven years and I will marry you to both of them." 

Jacob worked for seven years and then married Rachel. It was acceptable in their time, as described in the Torah, for a man to marry two sisters. Laban gave a female slave to each daughter. Leah's slave was called Zilpah and Rachel's slave was called Bilha. 

Almighty Allah compensated Leah's weakness by giving her sons. the first one was named Rueben (Robel), after whom there were Simon (Shamun), Levi (Lawi), and Judah (Yahudh). Rachel felt jealous of Leah's having sons, as she was barren. She gave her slave Bilha to her husband and he had relations with her until she became pregnant. she gave birth to a son and named him Naphtali. Leah was vexed that Rachel's slave had give birth to a son, so she in turn gave her slave Zilpah to Jacob (pbuh), Zilpah gave birth to two sons, Gad and Asher. Then Leah got pregnant and gave birth to her fifth son, Issaacher, and later she gave birth to a sixth son Zebulun. After this Leah gave birth to a daughter named Dinah. Thus, Leah had seven sons from Jacob.

Then Rachel prayed to Allah to give her a son from Jacob. Allah heard her call and responded to her prayer. She gave birth to a son, great, honorable, and beautiful. She named him Joseph (Yusuf).

All of this happened when they were in the land of Haran and Jacob (pbuh) was pasturing his uncle's sheep, which he did for a period of twenty years.
Jacob then asked his uncle Laban to let him go and visit his family. His uncle said to him: "I have been blessed because of you; ask for whatever money you need." Jacob said: "Give me each spotted and speckled goat born this year and each black lamb."

But at Laban's command his sons removed their father's goat that were striped, spotted or speckled, and the black lambs, lest others should be born with those traits. They walked for three days with their father's goats and sheep while Jacob tended the remaining flock.

The People of the Book said that Jacob (pbuh) took fresh rods of poplar, almond, and plane. HE peeled streaks in them and cast them into the water through for the goats to look at. The young inside their abdomens were terrified and moved and they were born striped, spotted or speckled. When the sheep were breeding, he set their faces towards the black sheep in Laban's flock and put the rods among them. Their lambs were born black. This was considered an example of supernatural powers, a miracle. Jacob had many goats, sheep, beast and slaves. His uncle and his sons faces changed as if they the sheep and goats) had been stolen from them.

Allah the Almighty inspired Jacob to return to the country of his father and people, and He promised to stand by him. Jacob told his family that, and they responded and obeyed him. Jacob did not tell Laban of his plans, however, and left without bidding farewell.

Upon leaving, Rachel stole her father's idols. After Jacob and his people had fled for his country, Laban and his people followed them. When Laban met with Jacob, he blamed him for leaving him without his knowledge. He would have liked to know so that he could have made them leave with celebration and joy, with drums and songs, and so that he could have bidden his daughters and sons farewell. And why have they taken his idols with them?

Jacob had no knowledge of his idols, so he denied that had taken them from him. Then Laban entered the tents of his daughters and slaves to search, but he found nothing, for Rachel had put the idols in the camel saddle under her. She did not get up, apologizing that she had her menses. Thus, he could not perceive what they had done.

Then they sat on a hill called Galeed and made a covenant there. Jacob would not ill treat Laban's daughters nor marry others. Neither Laban nor Jacob would pass the hill into the other's country. They cooked food and their people ate with them. Each bade the other farewell as they departed, each returning to his own country.

When Jacob approached the land of Seir, the angels greeted him. He sent a messenger ahead with greetings to his brother Esau, asking forgiveness and humbling himself before him. The messenger returned greetings and told Jacob that Esau was riding towards him with four hundred men. This made Jacob afraid and he entreated and prayed to Allah Almighty. He prostrated in humiliation and asked Him to fulfill His promise which He had made before. He asked Him to stop the evil of his brother Esau. then Jacob (pbuh) prepared a great present for his brother: two hundred female goats and twenty male goats, two hundred ewes and twenty rams, and thirty milch camels, forty cows and two bulls, twenty female donkeys and ten male donkeys.

He commanded his slaves to take the animals, each drove by itself, and pass on ahead of him with a space between the droves. He instructed them: "When you meet my brother Esau he will ask you, 'to whom do you belong? where are you going?' you shall say, 'they belong to your servant Jacob; they are a present to my master Esau. Moreover, he is behind us."

Jacob stayed behind with his two wives, his slaves and his children for two nights, then continued walking by night and resting by day.
When the dawn of the second day came one of the angels appeared in the shape of a man. Jacob began to wrestle with him. They were neck and neck until the angel injured his thigh and Jacob became lame. When the day was breaking, the angel said to him: 'What is your name?' He answered: 'Jacob.' The angel said: "After today you shall not be called anything but Israel." Jacob asked: "Who are you? What is your name?" He vanished. Then Jacob knew that he was one of the angels. Jacob was lame, and for this reason the children of Israel do not eat the thigh muscle on the hip socket.

Jacob raised his eyes and saw his brother Esau coming. Jacob prostrated seven times before him for it was their salutation in that time. It was lawful for them just as the angels had prostration in salutation to Adam.
When Esau saw him, he ran towards him, embraced and kissed him and wept. When Esau raised his eyes and saw the women and children he asked: "Who are these with you?" Jacob answered: "Those whom Allah has give me, your servant." Leah, Rachel, their slaves, and all the children approached and prostrated before him. Jacob asked Esau to accept his gift and insisted until he did so.

Esau returned and went in advance before him. Jacob and his family followed with the flocks and herds and slaves to the mountains (Seir).

When he came to Succoth (Sahur), he built a house for himself and shades for his beasts. Then he passed by Jerusalem, the village of Shechem, and camped before the village. He bought a farm from Shcehm Ibn Hamor with one hundred goats and built an altar, which he called Ayl, as Allah commanded him. He built the altar where Jerusalem stands today and later Solomon son of David (pbuh) rebuilt it. It is in the place of the stone which he had earlier anointed with oil as was mentioned before. 

The people of the book tell a story of Dinah, daughter of Jacob and Leah. Shechem Ibn Hamor seized her and lay with her by force. Then he asked her father and brothers to let him marry her. Her brothers said : "Circumcise all of you, and we will give our daughters to you, and we will take your daughters for ourselves; but we do not marry with uncircumcised people." They (the men of the city) agreed to that, and all of them were circumcised. When the third day came, the pain from the circumcision had increased, Jacob's sons approached and killed them till the last one. They killed Shchem and his father for the evil they had committed against them and for their worship of idols. That is why Jacob's sons killed them and seized their money as spoils.

Then Rachel got pregnant and gave birth to a son, Benjamin, but she had a hard labor and died after delivery. Jacob buried her in Ephrath (afrath). The tomb of Rachel is there till the present day. Jacob's sons were twelve men. From Leah there were Rueben (Robil), Simon (Shamun), Levi (Lawi), Judah (Yahudh), Issachar (isakher), and Zebulun (Zablun). From Rachel there were Joseph (Yusuf) (pbuh) and Benjamin. From Rachel's slave there were Dan and Naphtali (Neftali), and from Leah's slave there were Gad and Asher.

Jacob came to his father Isaac and settled with him in the village of Hebron which lies in the land of Canaan where Abraham had lived. Then Isaac fell ill and died when he was one hundred eighty years old. his sons Esau and Jacob buried him with his father Abraham Al Khalil in a cave which he had bought. It was said that Abraham died at the age of one hundred seventy five.

Allah the Almighty declared in the Glorious Quran: And who turns away from the religion of Abraham (Islamic Monotheism) except him who befools himself? Truly, We chose him in this world and verily, in the Hereafter he will be among the righteous.
When his Lord said to him: "Submit (be a Muslim)!" He said: "I have submitted myself (as a Muslim) to the Lord of the Alamin (mankind, jinn and all that exists)."
And this (submission to Allah, Islam) was enjoined by Abraham upon his sons and by Jacob, (saying): "O my sons! Allah has chosen for you the true religion, then die not except in the Faith of Islam (as Muslims -- Islamic Monotheism)."
Or were you witnesses when death approached Jacob? When he said unto his sons: "What will you worship after me?" They said: "We shall worship you (Ilah (God - Allah) the Ilah (God) of your fathers, Abraham, Ishmael, Isaac, One Ilah (God), and to Him we submit (in Islam)."
That was a nation who had passed away. They shall receive the reward of what they earned and you of what you earn. And you will not be asked of what they used to do.
They say: "Be Jews or Christians, and then you will be guided." Say (to them O Muhammad): "Nay (we follow) only the religion of Abraham, Hanifan (Islamic monotheism, i.e. to worship none but Allah Alone, and he was not of the Al Mushrikeen (those who worshipped others along with Allah)."
Say (O Muslims): "We believe in Allah and that which has been sent down to us and that which had been sent down to Abraham, Ishmael, Isaac, Jacob and to Al Asbat (the twelve sons of Jacob), and that which has been given to Moses and Jesus and that which has been given to the Prophets from their Lord. We make no distinction between any of them, and to Him we have submitted (in Islam)."
So if they believe in the like of that which you believe, then they are rightly guided, but if they turn away, then they are only in opposition. So, Allah, will suffice you against them. He is the All Hearer, the All Knower.
(Our Sibghah, religion is) the Sibghah (religion) of Allah (Islam) and which Sibghah (religion) can be better than Allah's. We are His worshippers.
Say (O Muhammad, to the Jews and Christians): "Dispute you with us about Allah while He is our Lord and your Lord? And we are to be rewarded for our deeds and you for your deeds. We are sincere to Him in worship and obedience (i.e., we worship Him Alone and none else, and we obey His Orders)." Or say you that Abraham, Ishmael, Isaac, Jacob, and Al Asbat (the twelve sons of Jacob) were Jews or Christians? Say: "Do you know better or does Allah know better....that they all were Muslims? And who is more unjust than he who conceals the testimony (to believe in the Prophet Muhammad, when he comes written in their books) he has from Allah? Allah is not unaware of what you do."(Ch 2:130-140 Quran)

In another surah Almighty Allah declared: O People of the Scripture (Jews and Christians)! Why do you dispute about Abraham, while the Torah and the Gospel were not revealed till after him? Have you then no sense? Verily, you are those who have disputed about that of which you have no knowledge. Why do then dispute concerning that which you have no knowledge? It is Allah Who knows, and you know not.

Abraham was neither a Jew nor a Christian, but he was a true Muslim Hanifan (Islamic Monotheism), to worship none but Allah Alone and he was not of the polytheists (he joined none in worship with Allah).
Verily, among mankind who have the best claim to Abraham are those who followed him, and this Prophet (Muhammad) and those who have believed (Muslims). And Allah is the Wali (Protector and Helper) of the believers.(Ch 3:65-68 Quran)

Allah the Exalted also affirmed: Then verily! Your Lord for those who do evil (commit sins and are disobedient to Allah) in ignorance and afterward repent and do righteous deeds, verily, your Lord thereafter to such is Oft Forgiving, Most Merciful.
Verily, Abraham was an Ummah (a leader having all the good righteous qualities or a nation), obedient to Allah, Hanifan (to worship none but Allah), and he was not one of those who were Al Mushrikeen (polytheists, idolaters, disbeliveers in the Oneness of Allah and those who joined partners with Allah). He was thankful for His (Allah's) Graces. He (Allah) chose him (as an intimate friend) and guided him to a Straight Path (Islamic Monotheism, neither Judaism or Christianity). We gave him good in this world and in the Hereafter he shall be of the righteous. Then, We have inspired you (O Muhammad saying): "Follow the religion of Abraham Hanifan (Islamic Monotheism to worship none but Allah) and he was not of the Mushrikeen (polytheists, pagans, idolaters, disbeliveers in the Oneness of Allah and His Messenger Muhammad, those who worship others along with Allah or set up rivals with or partners to Allah)." (Ch 16:119-123 Quran)

Tuesday, May 22, 2012

IBU PARA SYUHADA

Islam bukan sekedar agama yang dianut dan dilaksanakan ibadahnya. Tapi islam adalah cahaya bagi manusia. Cahaya yang menerangi kegelapan manusia di masa jahiliyah. Itulah yang dirasakan oleh Al-Khansa’ bin Amr. Seorang wanita luar biasa yang dengan ikhlas merelakan keempat orang anaknya menjemput syahid di jalan Allah demi tegaknya islam di muka bumi. Padahal sebelum mengenal islam, ia adalah pribadi yang rapuh.

Rapuhnya mental Khansa terlihat ketika ditinggalkan oleh Muawiyah bin ‘Amr yaitu kakak kandungnya. Ia sangat terpukul dan amat brsedih hingga ia membuat puisi yang mencerminkan kesedihannya. Hal yang sama juga ia tunjukkan ketika mendapati Shakr saudara kandung yang paling ia sayangi juga harus pergi menyusul kepergian Muawiyah. Ketika Shakr wafat, Al-Khansa sempat menangis begitu lama dalam kesedihannya. Ia juga membuat puisi yang jauh lebih panjang dibanding yang pernah ia buat ketika Muawiyah wafat. Bahkan sempat ia berfikir untuk mengakhiri hidupnya akibat kesedihan mendalam yang ia rasakan.

Namun setelah hatinya tersentuh oleh cahaya islam, Khansa menjadi ibu yang luar biasa. Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Al-Khansa’ dan keempat putranya ikut serta dalam perang Al-Qadisiyyah. Al-Khansa’ berwasiat pada putra-putranya :

“Anakku,kalian telah masuk islam dengan taat dan berhijrah dengan penuh kerelaan. Demi Allah yang tiada Tuhan yang haq selain Dia. Kalian adalah putra dari laki-laki yang satu sebagaimana kalian juga putra dari wanita yang satu. Aku tidak pernah mengkhianati ayah kalian,juga nenek moyang kalian dan tak pernah menyamarkan nasab kalian. Kalian semua tau betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang yang beriman ketika berjihad melawan orang-orang kafir. Ketahuilah, negeri akhirat yang kekal jauh lebih baik daripada dunia yang fana ini.

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman : hai orang-orang yang beriman,bersabarlah dan kuatkanlah kesabaran kalian,tetaplah bersiap siaga dan dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung (TQS Ali Imran [2]:200). “

Terdorong oleh nasihat ibunya,esoknya keempat putranya maju ke medan perang dan tampil dengan gagah berani. Mereka bangkit demi mewujudkan impian sang ibunda dan endingnya keempatnya gugur di medan perang.

Tatkala mendengar keempat putranya gugur sebagai syuhada, Al-Khansa’ malah dengan tenang berkata, “Segala Pujian milik Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka. Aku berharap kepada Allah agar Dia mengumpulkan aku bersama mereka dalam naungan rahmatNya.” ( lihat: Al-isti’ab fi ma’rifah al-ashhab, II/90-91. Lihat juga: nisa’ hawl ar-rasul)

Cahaya islam yang masuk ke dalam jiwa Al-Khansa’ bin Amr telah menjadikannya seorang yang tegar dan menjadi ibu yang luar biasa. Merubah dari seorang wanita yang rapuh menjadi ibu dari empat syuhada. Itulah yang terjadi ketika islam masuk ke dalam diri seseorang menjadikannya lebih hebat. Kita pun bisa seperti Khansa’, asalkan mau mengenal islam lebih dalam.

Sunday, May 20, 2012

# Trik Jitu Menghafal AlQuran #

  • Aku heran, banyak orang menganggap mudah menghafal alQuran
    Dikiranya, alQuran bisa dihafalkan semudah membalik telapak tangannya
    Demi Allah, ini adalah kitab yang mulia
    Tiada mampu menyimpannya,, kecuali pribadi taqwa beserta seluruh komitmennya

    Saudaraku,, jika menghafal Quran adalah keinginanmu, yg membuncah kuat didalam dadamu,
    Inilah keris pusaka senjata ampuh melumpuhkan kemalasanmu, dan membangkitkan cemerlangmu
    Teruskan membaca jika azzam itu ada,, berhenti disini jika tiada anganmu kesana :)


    Jika anda ingin menghafalkan alQuran, ada beberapa syarat minimal yang harus dipenuhi sebelum memasukkan item2 ayat kedalam otak anda, syarat itu antara lain :
  • lancar membaca alQuran, sebab jika anda masih terbata-bata membacanya, akan sulit sekali menghafalnya
  • menghindari kesibukan yg tiada guna, sebab jika anda masih suka keluyuran, jalan-jalan, onlen berlebihan, itu akan mengganggu energi dan konsentrasi anda secara fisik dan psikis

Nah,, baru setelah ada niat azzam komitmen yg kuat, ada bekal lancar membaca, ada waktu luang dan fikiran jernih,,
  •  Baca dulu ayat yg akan anda hafalkan, berulang ulang. Membaca berulang akan mempermudah otak anda memanggil kembali memoar ayat demi ayat. Bacalah berulang satu ayat, dua ayat, maksimal 3 ayat, baru hafalkan satu ayat saja, bgt setrusnya
  • Pakailah satu mushaf . Klo orang bilang, dihati kita hanya ada satu cinta, maka aku bilang, di otak seorang penghafal hanya ada satu mushaf. Jangan ganti2 mushaf hanya karena mushaf yg baru berwarna pink. hihihih :p
  • Pilih waktu waktu paling fresh. Carilah waktu itu, karena masing masing orang sangat berbeda moodnya namun perhatikan, jika kita sudah mendapatkan waktu tersebut,, akan sama waktunya setiap harinya. Bisa sebelum Shubuh, sesudah Ashar,atau malam diatas  jam 9. Hampir sama mungkin, dengan waktu belajar yg anda suka
  • Selektif terhadap makanan.  jangan suka goreng gorengan seperti kacang goreng, bakwan goreng, krupuk, agar soundsystem kita tetep yahut selama menghafal.  eh iya,, es juga gak boleh itu......
  • Jangan terlalu lelah, baik itu lelah nglamun, lelah mikir, lelah karena aktifitas, yah demi menjaga stamina anda dlm menghafal ayat demi ayat
  • Perhatikan usia emas anda. Asal tau, usia emas menghafal 5-25 tahun. Coz, apa coba??? setelah usia itu biasa lah anak muda ingin nikah, pasti gak konsen lagi. heheheh :))

Dah, cukup ini dulu, klo udah dilakukan, laporan yah.... baru nanti kubuatkan delivery note lagi buat anda

Satu hal yang pasti, anda HARUS PUNYA GURU. JANGAN MENGHAFAL SENDIRI
Tiada cerita satupun, seorang penghafal, menghafalkan sendiri. Harus dengan bimbingan guru. Klo gak ada ya cari lah.... jika anda bersungguh sungguh, pasti ketemu

Selamat Menghafal teman teman............. :D

Monday, May 7, 2012

Hamzah bin Abdul Muthalib

Pada suatu hari Hamzah bin Abdul Muthalib keluar dari rumahnya sambil membawa busur dan anak panah untuk berburu binatang di padang pasir, hal itu telah menjadi hobi dan kegemarannya sejak masa muda.
Siang itu hampir setengah harian ia habiskan waktunya di padang pasir yang luas dan tandus itu, akan tetapi ia tidak mendapatkan buruannya. Akhirnya ia beranjak pulang dan mampir di Ka’bah untuk melakukan thawaf sebelum kembali ke rumah.

Sesampainya di depan Ka’bah seorang budak perempuan milik Abdullah bin Jud’an At Taimi menghampirinya seraya berkata,”Hai Abu Umarah, andai saja tadi pagi kamu melihat apa yang dialami oleh keponakanmu, Muhammad bin Abdullah, niscaya kamu tidak akan membiarkannya. Ketahuilah, bahwa Abu Jahal bin Hisyam-lah, musuh bebuyutannya telah memaki dan menyakiti keponakanmu itu, hingga akhirnya ia mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.” kemudian diceritakannya peristiwa itu secara rinci.

Setelah mendengarkan panjang lebar peristiwa yang di alami oleh keponakannya tadi pagi, dia terdiam sambil menundukkan kepalanya sejenak. Lalu ia membawa busur dan anak panah dan menyandangnya, Kemudian dengan langkah cepat dan tegap, ia pergi menuju Ka’bah dan berharap akan bertemu dengan Abu Jahal di sana. Namun belum sampai di Ka’bah ia melihat Abu Jahal dan beberapa pembesar Quraisy sedang berbincang-bincang. Maka dalam ketenangan yang mencekam, Hamzah mendekati Abu Jahal. Lalu dengan gerakan yang cepat ia lepaskan busur panahnya dan dihantam-kan ke kepala Abu Jahal berkali-kali hingga jatuh tersungkur dan mengucur-lah darah segar deras dari dahinya.

“Mengapa kamu memaki dan mencederai Muhammad, padahal aku telah menganut agamanya dan meyakini apa yang dikatakannya? Nah sekarang, coba ulangi kembali makian dan cercaan mu itu kepadaku jika kamu berani!”, bentak Hamzah kepada Abu Jahal.

Akhirnya dalam beberapa saat orang-orang yang berada di sekitar Ka’bah lupa akan penghinaan yang baru saja menimpa pemimpin mereka. Mereka begitu terpesona oleh kata-kata yang keluar dari mulut Hamzah yang menyatakan bahwa ia telah menganut dan menjadi pengikut Muhammad.

Tiba-tiba beberapa orang dari Bani Makhzum bangkit untuk melawan Hamzah dan menolong Abu Jahal. Tetapi Abu Jahal melarang dan mencegahnya seraya berkata,”Biarkanlah Abu Umarah melampiaskan amarahnya kepadaku. Karena tadi pagi, aku telah memaki dan mencerca keponakannya dengan kata-kata yang tidak pantas.”

Hamzah bin Abdul Muthalib adalah seorang yang mempunyai otak yang cerdas dan pendirian yang kuat. Ketika sampai di rumah, ia duduk terbaring sambil menghilangkan rasa lelahnya dan membawanya berpikir serta merenungkan peristiwa yang baru saja dialaminya.

Sementara itu Abu jahal yang telah mengetahui bahwa Hamzah telah berdiri dalam barisan kaum muslimin berpendapat perang antara kaum kafir Quraisy dengan kaum muslimin sudah tidak dapat dielakkan lagi. Oleh karena itu ia mulai menghasut dan memprovokasi orang-orang Quraisy untuk melakukan tindak kekerasan terhadap Rosulullah dan pengikutnya. Bagaimanapun Hamzah tidak dapat membendung kekerasan yang dilakukan kaum Quraisy terhadap para sahabat yang lemah. Akan tetapi harus diakui, bahwa keislamannya telah menjadi perisai dan benteng pelindung bagi kaum muslimin lainnya. Lebih dari itu menjadi daya tarik tersendiri bagi kabilah-kabilah Arab yang ada di sekitar jazirah Arab untuk lebih mengetahui agama islam lebih mendalam.

Sejak memeluk islam, Hamzah telah berniat untuk membaktikan segala keperwiraan, keperkasaan, dan juga jiwa raganya untuk kepentingan da’wah islam. Karena itu tidaklah mengherankan jika Rasulullah menjulukinya dengan sebutan “Asadullah” yang berarti singa Allah.

Pasukan kaum muslimin yang pertama kali di kirim oleh Rasulullah dalam perang Badar, di pimpin langsung oleh Sayyidina Hamzah, Si Singa Allah, dan Ali bin Abu Thalib menunjukkan keberaniannya yang luar biasa dalam mempertahankan kemuliaan agama islam, hingga akhirnya kaum muslimin berhasil memenangkan perang tersebut secara gilang gemilang. Banyak korban dari kaum kafir Quraisy dalam perang tersebut, dan tentunya mereka tidak mau menelan begitu saja. Maka mereka mulai mempersiapkan diri dan menghimpun segala kekuatan untuk menuntut balas kekalahan yang mereka alami sebelumnya.

Akhirnya tibalah saatnya perang Uhud di mana kaum kafir Quraisy disertai beberapa kafilah Arab lainnya bersekutu untuk menghancurkan kaum muslimin. Sasaran utama perang tersebut adalah Rasulullah dan Hamzah bin Abdul Muthalib. Dan mereka memiliki rencana yang keji terhadap Hamzah yaitu dengan menyuruh seorang budak yang mahir dalam menggunakan tombak dan organ hatinya akan di ambil dan akan di makan oleh Hindun yang memiliki dendam sangat membara karena suaminya terbunuh dalam perang Badar.

Washyi bin Harb diberikan tugas yang maha berat yaitu membunuh Hamzah dan dijanjikan kepadanya imbalan yang besar pula yaitu akan dimerdekakan dari perbudakan.

Akhirnya kedua pasukan tersebut bertemu dan terjadilah pertempuran yang dahsyat, sementara Sayyidina Hamzah berada di tengah-tengah medan pertempuran untuk memimpin sebagian kaum muslimin.. Ia mulai menyerang ke kiri dan ke kanan. Setiap ada musuh yang berupaya menghadangnya, pastilah kepalanya akan terpisah dari lehernya.

Seluruh pasukan kaum muslimin maju dan bergerak serentak ke depan, hingga akhirnya dapat diperkirakan kemenangan berada di pihak kaum muslimin. Dan seandainya pasukan pemanah yang berada di atas bukit Uhud tetap patuh pada perintah Rosulullah untuk tetap berada di sana dan tidak meninggalkannya untuk memungut harta rampasan perang yang berada di lembah Uhud, niscaya kaum muslimin akan dapat memenangkan pertempuran tersebut.

Di saat mereka sedang asyik memungut harta benda musuh islam yang tertinggal, kaum kafir Quraisy melihatnya sebagai peluang dan berbalik menduduki bukit Uhud dan mulai melancarkan serangannya dengan gencar kepada kaum muslimin dari atas bukit tersebut.

Tentunya penyerangan yang mendadak ini pasukan muslim terkejut dan kocar-kacir dibuatnya. Melihat itu semangat Hamzah semakin bertambah berlipat ganda. Ia kembali menerjang dan menghalau serangan kaum Quraisy. Sementara itu Wahsyi terus mengintai gerak-gerik Hamzah, setelah menebas leher Siba’ bin Abdul Uzza dengan lihai-nya. Maka pada saat itu pula, Wahsyi mengambil ancang-ancang dan melempar tombaknya dari belakang yang akhirnya mengenai pinggang bagian bawah Hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua pahanya. Lalu Ia bangkit dan berusaha berjalan ke arah Wahsyi, tetapi tidak berdaya dan akhirnya roboh sebagai syahid.

Usai sudah peperangan, Rasulullah dan para sahabatnya bersama-sama memeriksa jasad dan tubuh para syuhada yang gugur. Sejenak beliau berhenti, menyaksikan dan membisu seraya air mata menetes di kedua belah pipinya. Tidak sedikitpun terlintas di benaknya bahwa moral bangsa arab telah merosot sedemikian rupa, hingga dengan teganya berbuat keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka telah merusak jasad dan merobek dada Sayyidina Hamzah dan mengambil hatinya.
Kemudian Rasulullah mendekati jasad Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah, Seraya berkata,”Tak pernah aku menderita sebagaimana yang kurasakan saat ini. Dan tidak ada suasana apapun yang lebih menyakitkan diriku daripada suasana sekarang ini.”

Setelah itu Rasulullah dan kaum muslimin men-shalat-kan jenazah pamannya dan para syuhada lainnya satu per satu. Pertama Sayyidina Hamzah di-shalat-kan lalu di bawa lagi jasad seorang syahid untuk di-shalat-kan, sementara jasad Sayyidina Hamzah tetap dibiarkannya di situ. Lalu jenazah itu di angkat, sedangkan jenazah Sayyidina Hamzah tetap di tempat. Kemudian di bawa jenazah yang ketiga dan dibaringkannya di samping jenazah Sayyidina Hamzah. Lalu Rasulullah dan para sahabat lainnya men-shalat-kan mayat itu. Demikianlah Rasulullah men-shalat-kan para syuhada Uhud satu persatu, hingga jika di hitung Maka Rasulullah dan para sahabat telah men-shalat-kan Sayyidina Hamzah sebanyak tujuh puluh kali.

Sumber : Tokoh Pengharum Panji Islam, Syekh Moh. Shaleh Farfuur Penerbit Buku Islam Rahmatan

Sunday, May 6, 2012

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI

Penemuan terbaru mengenai kanker hati! Jangan Tidur Terlalu Malam ! Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) , diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!.

benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.

Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis.

Pasien sangat terperanjat, “Bagaimana mungkin? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”

Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita ( Taiwan karena penulis berdomisili disana, tetapi juga termasuk masyarakat Indonesia salah memahami).
Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.

Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.
Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat.
Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.
Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak buang air besar pada pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan (Daging panggang, sate, dan gorengan / minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil....) Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan..
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba.
6.. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan.
7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak ½ matang.
8. Merokok atau menjadi perokok pasif.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.
Sebab :

Ø Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun(de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
Ø Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Ø Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Ø Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. 

Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.
Ø Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
Ø Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30... Makan pagi sebelum pk 07...30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

HARAP DISEBARLUASKAN PENGETAHUAN INI KEPADA SEGENAP KELUARGA, TEMAN-TEMAN DAN REKAN-REKAN SERTA RELASI YANG KITA CINTAI SUPAYA DAPAT TERHINDAR DARI PENYAKIT YG AKAN MEMBAWA MAUT & MALAPETAKA DALAM KEHIDUPAN INI.

Wednesday, May 2, 2012

Sembuh Dari Lumpuh Berkat Kesabaran

Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya, selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer. Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan dibanding teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu. 

Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya menjadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10% saja.
Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.
”Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk doamu. Sesunggunya saudaraku, mungkin saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menguji saya, agar saya segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.”
Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga dihadapan pemuda itu.
Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam : ” Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal iti baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)
Jujur saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Pemuda itu menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik bagi Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Maha Tahu yang terbaik untukku.
Allahu Akbar, betapa kalimat itu sangat menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh program magisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya, jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”
Ternyata menurut teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr.Khalid senang sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.
Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanallah” Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.
Tidak lama berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupkan kembali menjadi manusia yang utuh.
Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hadapannya membuatnya terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi Allah -red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang dapat memunculkan keajaiban.
Spontanitas, Dr. Khalid menangis. Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.
Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.” Paparnya kepada Dr.Khalid.
Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!
Dr.Khalid kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.
(Ummu Faros, dari penjagaan Allah kepada hamba-hambaNya yang shalih; Khalid Abu Shalih )
Diambil dari : Majalah Elfata, Volume 07 2007, Kasih sayang di Bulan Suro.
(zafaran/muslimahzone.com)

10 Keutamaan Sholat Subuh Berjama`ah

Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik.

“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh”(HR.Ahmad)

Shalat subuh berjamaah adalah tolok ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu Umar ra pernah berkata:

“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”

Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada yang mampu konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.

Karena hal tersebut di atas, maka banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:

1. Shalat subuh adalah faktor dilapangkannya rizkiSeorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya : “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)

2. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)

Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah rahmat, yang kalau menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan. Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup menjadikan api menjadi dingin dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.

3. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntukAlangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya:”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2)

Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.

Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits berikut:”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)

Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Oleh karena itu para ulama ada yang memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau shalat malam jika akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh dengan baik. Tetapi jangan salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat malam.

4. Shalat subuh tolok ukur keimananOrang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan ataukah riya.

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)

5. Shalat subuh adalah penyelamat dari nerakaNabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)

Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.

6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surgaNabi SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga” (HR.Bukhari).

Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.

7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah berfirman,’Apakah kalian ingin aku beri tambahan ?’ Mereka menjawab,’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’ Rasulullah melanjutkan,”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)

8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka – ,’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab,’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)

9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)

Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.

Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’”

Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda, “Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)

6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :

Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.Allah SWT akan mempersulit rezekinya.Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.Allah tidak akan mengabulkan doanya.3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :

Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :

Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.Disiksa sampai hari kiamat tiba.3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah :

Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu :

Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.

Shalat Zuhur : satu kalo meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.

Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.

Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.

Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.

My Blog Feeds »

Text Widget

Visitors

Categories

Recent Posts

Definition List

Blogger Themes

LIKE THIS BLOG

Free Automatic Backlink Tips, English study, Islamic education, True Story, Motivation, Motivasi, SDII AL-ABIDIN Surakarta, Study English, English Task, Reading, Speaking, Listening, Writing, Parenting, Student Motivation, Classroom activity, True story, Inspirasi, Inspirative Chyardi's blog Google PageRank Checker Academics Blogs
Academics directory free search engine submission
Powered by Blogger.

Follow by Email

Followers

Search This Blog

Loading...

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda

Ammar bin Yasir